Stop Data Breaches Through Screen: Kenapa Visual Data Leakage Jadi Ancaman Cybersecurity Berikutnya

Stop Data Breaches Through Screen: Kenapa Visual Data Leakage Jadi Ancaman Cybersecurity Berikutnya

Stop Data Breaches Through Screen: Kenapa Visual Data Leakage Jadi Ancaman Cybersecurity Berikutnya

Seiring semakin luasnya penggunaan platform cloud dan aplikasi SaaS, banyak strategi keamanan saat ini masih berfokus pada pengendalian akses ke data sensitif. Namun, ada satu celah penting yang sering terlewat: apa yang terjadi setelah akses tersebut diberikan. 

Saat data sudah tampil di layar user, data tersebut masuk ke kondisi yang jauh lebih rentan. Di titik ini, informasi sensitif bisa dengan mudah di-capture, dibagikan, atau terekspos tanpa terdeteksi oleh sistem monitoring tradisional. Tantangan ini dikenal sebagai visual data leakage, dan kini menjadi salah satu risiko yang paling sering diabaikan dalam cybersecurity modern. 

Lapisan Risiko yang Sering Terlewat 

Banyak organisasi sudah berinvestasi pada teknologi seperti encryption, access control, dan Data Loss Prevention (DLP). Semua ini memang efektif untuk mencegah akses yang tidak sah. Namun, perlindungan ini belum sepenuhnya mencakup bagaimana data digunakan setelah terlihat oleh user yang memiliki akses. 

Dalam praktik sehari-hari, kebocoran data sering terjadi lewat hal-hal sederhana. Misalnya, user mengambil screenshot untuk keperluan kerja, merekam layar saat meeting, atau membuka data sensitif di tempat yang tidak aman. Bahkan tanpa niat jahat, tindakan seperti ini tetap bisa menyebabkan data breach. 

Ini menunjukkan satu hal penting: melindungi data saat data at rest dan data in transit saja tidak cukup. Organisasi juga perlu melindungi data in use, terutama saat data muncul di layar. 

Kenapa Data Breach dari Layar Semakin Meningkat 

Perkembangan hybrid work dan penggunaan cloud mengubah cara user berinteraksi dengan data. Kini, karyawan bisa mengakses informasi penting dari berbagai device dan lokasi, sering kali di luar lingkungan kantor yang aman. 

Perubahan ini membuka banyak titik risiko baru. Data sensitif bisa terlihat di tempat umum, diakses lewat device pribadi, atau melalui jaringan yang tidak aman. Di sisi lain, tools kolaborasi modern juga mempermudah user untuk menangkap dan menyebarkan informasi dalam hitungan detik. 

Akibatnya, semakin banyak risiko yang muncul bukan dari celah sistem, tapi dari bagaimana data dilihat dan digunakan oleh user secara langsung. 

Memperluas Keamanan di Luar Access Control 

Untuk mengurangi risiko ini, organisasi perlu mengubah cara pandang terhadap data protection. Keamanan tidak boleh berhenti di tahap authentication atau authorization saja, tetapi harus berlanjut selama data digunakan. 

Artinya, kontrol keamanan perlu diterapkan langsung pada bagaimana data ditampilkan dan digunakan di layar. Dengan pendekatan ini, organisasi tetap bisa menjaga visibility dan kontrol, bahkan setelah akses diberikan. 

Beberapa kemampuan penting dalam pendekatan ini meliputi: 

  • Mencegah screen capture, seperti screenshot dan screen recording
  • Menggunakan watermark (visible atau invisible) untuk mencegah penyalahgunaan dan memudahkan pelacakan
  • Membatasi tampilan data sensitif berdasarkan konteks, seperti role user atau lokasi
  • Memonitor aktivitas terkait layar untuk mendeteksi perilaku yang mencurigakan
  • Dengan cara ini, data sensitif tetap terlindungi meskipun berada di lingkungan kerja yang dinamis.

Mengamankan Layar dengan Fasoo Smart Screen 

Untuk mengatasi risiko visual data leakage, solusi seperti Fasoo Smart Screen dari Fasoo, yang tersedia melalui Terrabyte, menghadirkan lapisan perlindungan khusus untuk data in use. 

Berbeda dengan pendekatan tradisional, Fasoo Smart Screen fokus melindungi data tepat saat sedang ditampilkan di layar. Ini memungkinkan organisasi tetap menerapkan kebijakan keamanan bahkan setelah user mendapatkan akses. 

Beberapa fitur utama yang ditawarkan antara lain: 

  • Pencegahan screenshot dan screen recording
  • Dynamic watermarking
  • Selective data masking

Solusi ini membantu mengurangi risiko kebocoran data tanpa mengganggu kenyamanan user yang sah. Selain itu, pendekatan ini juga sejalan dengan prinsip Zero Trust, dimana setiap aktivitas tetap diverifikasi secara berkelanjutan. 

Dengan memanfaatkan Fasoo Smart Screen melalui Terrabyte, organisasi dapat menutup salah satu celah terbesar dalam data protection modern, yaitu melindungi data langsung di level layar. 

Join Our Webinar: Securing Cloud Access and Preventing Visual Data Leakage 

Seiring meningkatnya penggunaan cloud dan aplikasi SaaS, melindungi data sensitif tidak cukup hanya dengan mengatur akses. Risiko juga muncul ketika data sudah terlihat di layar user. 

Terrabyte bersama Fasoo dan iboss mengundang Anda untuk mengikuti webinar eksklusif yang membahas bagaimana menerapkan prinsip Zero Trust untuk mengamankan akses cloud sekaligus mencegah kebocoran data dari layar. 

Apa Yang Akan Anda Pelajari: 

  • Bagaimana Zero Trust access membantu mengamankan aplikasi cloud dan SaaS
  • Kenapa visual data leakage dari screenshot dan recording jadi risiko besar
  • Cara melindungi data sensitif bahkan setelah akses diberikan
  • Bagaimana Fasoo dan iboss bekerja sama menghadirkan end-to-end security

Detail Event:

Webinar: Zero Trust in Practice: Securing Cloud Access and Preventing Visual Data Leakage 

Speakers: 

Sung Ha Cha – Business Manager (APAC) at Fasoo 

Ryan Shane Dagdag – Sales Engineer (APAC) at iboss 

📅 Date: 29 April 2026 

⏰ Time: 14:00 (GMT+7) 

💻 Platform: Microsoft Teams 

Webinar ini cocok untuk CISOs, IT leaders, security architects, dan tim compliance yang ingin memperkuat perlindungan data di era cloud dan hybrid work

Pelajari bagaimana organisasi modern melindungi data sensitif, mulai dari akses cloud hingga visibilitas data di layar device Anda. 

Untuk informasi lebih lanjut tentang solusi cybersecurity, follow Terrabyte atau hubungi: marketing@terrabytegroup.com 

Daftar sekarang! 

Daftar Webinar
Related Posts